Analisis Manfaat Penerapan Anggaran Biaya Sebagai Alat Pengendalian Menggunakan Metode Activity Based Costing : STUDI KASUS PT. CATUR PILAR
Published 2024-09-12
Keywords
- Activity Based Costing, Pengendalian, Anggaran Biaya
How to Cite
Abstract
Dalam skripsi ini membahas permasalahan tentang perusahaan PT. Catur Pilar yang masih menggunakan metode tradisional untuk menentukan harga pokok produksi yang dalam metode ini biasanya menggunakan pendekatan sederhana mencakup biaya – biaya overhead pabrik. Metode tradisional cenderung menggunakan satu tingkat alokasi biaya overhead untuk seluruh produksi tanpa mempertimbangkan perbedaan dalam tingkat konsumsi aktivitas, sehingga hal ini menyebabkan alokasi biaya tidak akurat. Untuk itu, pada penelitian ini mencoba menggunakan metode Activity Based Costing sebagai alat untuk menentukan harga pokok produksi. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menganalisa manfaat menerapkan metode Activity Based Costing dalam menentukan harga pokok produksi dan melakukan perbandingan dengan metode yang sebelumnya sudah diterapkan oleh perusahaan PT. Catur Pilar sejak dulu. Metode yang digunakan penulis pada penelitian ini yaitu metode kualitatif, dimana data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan diskusi yang terfokus pada objek penelitian. Data dalam metode kualitatif bisa juga dikumpulkan dalam bentuk deskripsi, narasi, atau kutipan langsung dari partisipan penelitian, sehingga hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan wawasan mendalam tentang pengalaman dan perspektif individu. Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah melakukan penelitian dalam penentuan harga pokok produksi yang membandingkan metode tradisional dengan metode Activity Based Costing tentunya terdapat perbedaan terutama dari cara perhitungan, dimana metode tradisional sering menggunakan pendekatan yang lebih sederhana dan umum dalam mengalokasikan biaya overhead pabrik ke produk atau layanan daripada metode Activity Based Costing yang menggunakan pendekatan berbasis aktivitas untuk mengalokasikan biaya overhead berdasarkan penggunaan aktivitas spesifik yang diperlukan untuk memproduksi atau menyediakan setiap produk atau layanan.